SOSIALISASI PENYAKIT DAN PENCEGAHAN LEPTOSPIROSIS

Budi Purwo Sudaryanto 15 April 2026 13:45:26 WIB

Perkuat Layanan Kesehatan, Kalurahan Umbulrejo Gelar Pembinaan Posyandu Siklus Hidup dan Sosialisasi Leptospirosis

Umbulrejo- SIDA (15/04/2026) – Pemerintah Kalurahan Umbulrejo terus berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan fungsi Posyandu dan kewaspadaan terhadap penyakit menular. Bertempat di Balai Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, dilaksanakan kegiatan Pembinaan Kalurahan Sehat yang berfokus pada transformasi Posyandu Siklus Hidup.

Posyandu Siklus Hidup: Basis Data Pemantauan Wilayah

Dalam pembinaan kali ini, ditekankan bahwa Posyandu kini tidak hanya melayani ibu dan anak, melainkan seluruh siklus hidup manusia—mulai dari masa kehamilan, bayi, remaja, usia produktif, hingga lansia.

Peran penting Posyandu Siklus Hidup ini adalah sebagai:

  • Sumber Data Utama: Menjadi instrumen krusial dalam Pemantauan Wilayah Setempat (PWS).
  • Deteksi Dini: Memastikan setiap kelompok usia mendapatkan layanan kesehatan sesuai standar.
  • Intervensi Tepat Sasaran: Data yang akurat dari tingkat dusun memungkinkan pemerintah kalurahan mengambil kebijakan kesehatan yang lebih presisi.

Persiapan Survei Mawas Diri (SMD)

Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam persiapan pelaksanaan Survei Mawas Diri (SMD) di tingkat Kalurahan Umbulrejo. SMD merupakan proses pengumpulan data oleh masyarakat untuk mengenali masalah kesehatan di lingkungannya sendiri. Hasil dari survei ini nantinya akan dibahas dalam Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) untuk menentukan skala prioritas pembangunan bidang kesehatan di Umbulrejo.

Waspada Bahaya Leptospirosis

Selain penguatan sistem data, pertemuan ini juga diisi dengan sosialisasi penyakit Leptospirosis. Mengingat kondisi geografis dan aktivitas masyarakat yang mayoritas bergerak di sektor pertanian, pemahaman mengenai penyakit ini menjadi sangat vital.

Apa itu Leptospirosis? Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang ditularkan melalui urine hewan pengerat (tikus). Bakteri ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka di kulit atau selaput lendir saat terjadi kontak dengan air atau tanah yang tercemar.

Langkah Pencegahan Utama:

  1. Gunakan APD: Selalu gunakan sepatu bot dan sarung tangan saat beraktivitas di sawah, ladang, atau area yang tergenang air.
  2. Kebersihan Lingkungan: Jaga kebersihan rumah dan pastikan tidak ada sarang tikus.
  3. Cuci Tangan dan Kaki: Gunakan sabun setelah beraktivitas di luar ruangan atau area berisiko.
  4. Tutup Luka: Pastikan luka pada kulit tertutup dengan perban kedap air sebelum bekerja di lahan.

Lurah Umbulrejo berharap melalui kegiatan ini, para kader kesehatan dan tokoh masyarakat dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan informasi kesehatan, sekaligus aktif dalam menyukseskan pemutakhiran data kesehatan melalui Posyandu dan SMD.

"Umbulrejo Sehat, Masyarakat Kuat.".bps

Sumber : Nakes Puskemas Ponjong I

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung